Are You Ready for IPv6?

Pertama apa itu IP? mungkin sekilas dapat dilihat disini

Nah sekarang apa itu ipv6? lebih lengkapnya dapat dilihat disini

Trus bedanya dimana? Are You Ready for IPv6?

Jawabnya adalah di JUMLAHNYA….yup we need more space for internet! 😀

ipv4 menggunakan 32 bit untuk panjang bit-nya, seperti ini contohnya:

192.168.100.100  –> kalo dijadiin bit seperti ini 11000000.10101000.01100100 .01100100 (32 bit)

sedangkan ipv6 menggunakan 128 bit, seperti ini:

2404:6800:4003:0800:0000:0000:0000:1011 –> atau dapat disebut juga seperti ini:

2404:6800:4003:800::1011 –> perhatikan dengan ipv6 diatas, angka 0000 diganti dengan : (titik dua) untuk mempersingkat panjangnya, capek lah kalo ngetik ip panjang, bayangkan membuat rule iptables buat ipv6?? hehehe

kalo dijadiin bit kira-kira seperti ini:

0000000000000000.0000000000000000.0000000000000000.0000000000000000.

0000000000000000.0000000000000000.0000000000000000.0000000000000000

Panjang bener kan 128 bit? 😛

Trus kalo pada pake ipv6 apa ipv4 ditinggal begitu aja?

Sebenarnya ga juga kok, masih banyak yang menggunakan ipv4, ping aja website2 besar seperti facebook, google, yahoo dkk...mereka masih menggunakan ipv4 untuk sebagian server-servernya.

Walaupun router-router di jaringan internet dan perangkat-perangkat komputer telah support ipv6, tetapi masih banyak kendala yang terjadi, contohnya:

  • Provider internet masih memberikan ipv4 kepada para pelanggannya
  • Tidak dapat diaksesnya ipv6 oleh ipv4
  • Masalah privasi, karena banyaknya ip maka dapat dimungkinkan nantinya 1 orang = 1 ip

Kemungkinan ke depannya masalah privasi yang akan sangat merugikan karena alamat ip akan menjadi sangat privat seperti kartu identitas...

Untuk masalah tidak dapat diaksesnya ipv6 oleh ipv4 ada beberapa solusinya yaitu:

  1. Mapping ipv4 ke ipv6
  2. Tunneling (otomatis dan configured)
  3. Proxy dan Translasi ke ipv6

Baiklah mari kita bahas satu per satu...

1. Mapping ipv4 ke ipv6

Sebenarnya ini simpel saja, cukup memberikan angka 0 yang banyak kemudian ffff di depan ipv4, contohnya:

::ffff:192.0.2.128 --> ::fff: diberikan untuk menjadikan ipv4 yang 32 bit menjadi 128 bit

2. Tunneling

Tunneling ipv6 gampang kok, banyak caranya mulai 6to4, teredo dan ISATAP (lihat di wiki aja), di BT5 atau Ubuntu ada aplikasi tunnel namanya miredo, kalo blom ada install aja:

apt-get install miredo

kalo di Windows teredo udah otomatis jalan ada sejak versi Vista (waktu buka network kan ada pilihan buat tcp/ip version 6 kalo ga salah)

nah sekarang cara pake miredo, sebelum dijalankan kalau kita ifconfig maka muncul seperti ini aja:

root@bt:/# ifconfig
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 70:5a:b6:5f:c2:8d
inet addr:192.168.10.207  Bcast:192.168.10.255  Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::725a:b6ff:fe5f:c28d/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:468454 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:424432 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:432455737 (432.4 MB)  TX bytes:59059629 (59.0 MB)
Interrupt:17

lo        Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING  MTU:16436  Metric:1
RX packets:10428 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:10428 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:1547609 (1.5 MB)  TX bytes:1547609 (1.5 MB)[/quote]

trus kalo di ping ke ipv6.google.com  juga ga bisa kan (pake ping6 bukan ping)?
[quote]root@bt:/# ping6 ipv6.google.com
connect: Network is unreachable

sekarang coba jalankan miredo, karena dia installnya pake make && make install maka seperti ini:

root@bt:/# miredo

simpel kan? 😛
coba lihat ifconfig:

root@bt:/# ifconfig
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 70:5a:b6:5f:c2:8d
inet addr:192.168.10.207  Bcast:192.168.10.255  Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::725a:b6ff:fe5f:c28d/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:472740 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:428186 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:435478340 (435.4 MB)  TX bytes:59739046 (59.7 MB)
Interrupt:17

lo        Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING  MTU:16436  Metric:1
RX packets:10518 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:10518 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:1560293 (1.5 MB)  TX bytes:1560293 (1.5 MB)

teredo    Link encap:UNSPEC  HWaddr 00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00-00
inet6 addr: fe80::ffff:ffff:ffff/64 Scope:Link
inet6 addr: 2001:0:53aa:64c:1069:9a6a:825e:ecf6/32 Scope:Global
UP POINTOPOINT RUNNING NOARP MULTICAST  MTU:1280  Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:1 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:500
RX bytes:0 (0.0 B)  TX bytes:48 (48.0 B)

Perhatikan baik-baik.....tuh ada teredo kan? 😀
ipv6 nya adalah 2001:0:53aa:64c:1069:9a6a:825e:ecf6/32
semua ipv6  via tunnel teredo selalu diawali dengan 2001:"ipv6 address"
kalo ipv4 diubah menjadi ipv6 (point 1: mapping) selalu diawali dengan ::ffff:"ipv4 address"

sekarang coba nslookup ipv6.google.com (salah satu website dengan ipv6):

root@bt:/# nslookup ipv6.google.com
Server:         8.8.8.8
Address:        8.8.8.8#53

Non-authoritative answer:
ipv6.google.com canonical name = ipv6.l.google.com.

hanya berupa nama canonical aja kan? bukan ipnya? panjang kali ya jd males nslookupnya ahahaha...

coba ping ipv6.google.com, ingat pake ping6 bukan ping:

root@bt:/# ping6 ipv6.google.com

hasilnya:

PING ipv6.google.com(2404:6800:4003:800::1010) 56 data bytes
64 bytes from 2404:6800:4003:800::1010: icmp_seq=1 ttl=59 time=1318 ms
64 bytes from 2404:6800:4003:800::1010: icmp_seq=2 ttl=59 time=311 ms
64 bytes from 2404:6800:4003:800::1010: icmp_seq=3 ttl=59 time=377 ms
64 bytes from 2404:6800:4003:800::1010: icmp_seq=4 ttl=59 time=334 ms
^C
--- ipv6.google.com ping statistics ---
5 packets transmitted, 4 received, 20% packet loss, time 4011ms
rtt min/avg/max/mdev = 311.750/585.535/1318.489/423.832 ms, pipe 2

sekarang coba buka ipv6.google.com di browser....bisa kan??
have fun with ipv6 😀

3. Proxy dan Translasi

Metode ini menggunakan NAT sebagai cara untuk menyalurkan lalu lintas data dari ipv4 ke ipv6 dan sebaliknya. biasanya dilakukan di jaringan ipv4 di belakang sebuah NAT, router terbaru telah dapat melakukan hal ini, nama fiturnya adalah "NAT64"

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan pindahan dari ipv4 ke ipv6:

- DHCPv6 atau disebut juga Stateless Address Auto-configuration (SLAAC) yang akan merubah tiap komputer/perangkat jaringan memiliki ip address yg unik dan privat.

- IPv6 Multihoming untuk jaringan yang menggunakan 2 (dua) atau lebih ISP

- IPv6 dan NAT

- IPv6 dan VOIP

- IPv6 PBX

- IPv6 untuk Wireless

- dan lain sebagainya....

Tetapi yang paling penting adalah "IPv6 Security", sampai saat ini masih sangat jarang artikel atau tulisan tentang hal ini

Mungkin diantara pembaca ada yang mempunyai link atau pemikiran tentang ini dapat dibagi disini, saya akan sangat senang sekali untuk berdiskusi 🙂

Hmm udah pagi ternyata, saatnya saya undur diri.....

semoga bermanfaat,
iKONs

Sumber:

http://ipv6.com

http://multisystemsinc.com/2011/11/report-transitioning-ipv4-ipv6/

https://en.wikipedia.org/wiki/IPv6

http://www.circleid.com/posts/dhcp_for_ipv4_vs_ipv6_what_you_need_to_know/