Tentang Sensor di Internet

“The Worlds Works in a Mysterius Way…”

Pernah dengar tentang “The Great Firewall from China”? Kalau belum perhatikan gambar dibawah ini sebelum kita membahas tentang sensor di Internet:

Gambar diatas adalah gambaran langsung bagaimana di China berlangsung sensor internet secara ketat, untuk mencobanya dapat langsung menuju kesini.

Bayangkan….NO Facebook?? NO Twitter?? suram sekali bukan…apalagi kalau no bokep #eh 😛

Akhir-akhir ini sering sekali mendengar PIPA/SOPA atau ACTA bukan? sebuah aturan yang tadinya dibuat dengan tujuan melindungi hak cipta, melindungi anak-anak dari para pedophilia, mengurangi peredaran barang ilegal/terlarang di internet dan beberapa tujuan mulia lainnya.

Salah satu dampaknya pertama kali kena adalah Megaupload.com, FBI menutup situs tersebut secara sepihak karena melanggar hak cipta…


Dibalik itu semua para petinggi di semua negara yang ikut dalam penyusunan perjanjian tersebut diatas sebenarnya sedang melakukan langkah awal untuk mengendalikan internet, yup it’s all about control!, mereka sangat khawatir dengan “this rising force” (internet). Ini semua dilakukan untuk mengamankan negara dan kepentingan mereka.

Bayangkan saja, sebesar apapun suatu negara masih tetap kalah dengan luasnya internet, suatu interkoneksi yang menghubungkan siapapun dimanapun kapanpun dan tanpa ada aturan main atau batasan yang jelas sangatlah mengerikan…

Pada negara-negara tertentu yang pemerintahnya memberlakukan sensor internet terjadi perlawanan yang cukup sengit sehingga sering disebut juga “arm race” atau perlombaan senjata. Salah satu cara untuk terhubung dengan dunia luar adalah menggunakan saluran komunikasi yang dibuat sendiri dengan bantuan masyarakat negara tetangga yang peduli, cara berikutnya yang paling mudah adalah menggunakan proxy untuk menyamarkan koneksi internetnya.

Contoh proxy yang paling banyak digunakan adalah Tor (The Onion Routing), sebuah proxy open source yang menggunakan teknologi SOCK5 yang cukup reliabel dan aman.

Mari kita lihat jumlah pengguna Tor dari Iran:


Bisa mencapai 80 ribu pengguna, jumlah yang cukup fantastis. Tetapi kemudian lihat pada sekitar tanggal 12 februari awal tahun 2012…..jumlahnya menurun drastis hingga mencapai hampir 0 (nol). Hal tersebut terjadi karena Iran memberlakukan sensor di semua jaringan internetnya.

Terakhir saya membaca sebuah milis Tor yang akan mengeluarkan senjata baru untuk menangkal sensor di Iran, namanya “Obfuscated Proxy”. Proxy ini sifatnya menyamarkan koneksi kita sehingga tampak seperti koneksi biasa yang tidak masuk daftar sensor. Milis tersebut dapat dilihat disini.
Sekarang mari kita bandingkan dengan yang dari Indonesia:


Berbahagialah para pengguna Internet di Indonesia karena penggunaan Tor tidak begitu banyak karena sensor yang diberlakukan hanya untuk beberapa hal saja, misal pornografi.

Enak kan tinggal di Indonesia?? 😀

Tapi tunggu,,
Pengguna terbesar Tor adalah Amerika Serikat?? klo memang benar berarti sungguh ironi, di negara yg katanya bebas malah pengguna internetnya menggunakan proxy anonymous….

Entah karena pengguna internet disana merasa lebih peduli dengan tingkat privasinya?? atau karena mereka merasa diintai oleh pemerintahnya?? hal ini perlu dianalisa lebih lanjut….

Menurut om Wikipedia, sensor di internet ini terjadi hampir di semua negara di dunia, perhatikan gambar dibawah ini:

Sesuai dengan gambar diatas, dapat dilihat bahwa:

  • Warna biru menunjukkan negara tersebut tidak memberlakukan sensor di internet.
  • Warna kuning menunjukkan ada sensor di internet tetapi tidak begitu ketat. Indonesia termasuk di dalamnya.
  • Warna merah menunjukkan sensor yang cukup ketat sehingga beberapa berita yang sensitif bagi negara tersebut tidak dapat diakses, perhatikan bahwa Malaysia termasuk di dalamnya 😀
    Tetapi ada kalangan yang memantau hal ini dan membantu memberikan informasi yang seharusnya didapatkan oleh masyarakat di negara tersebut. Orang-orang di kalangan tersebut membuat organisasi bernama “Reporters Without Border”
  • Yang terakhir adalah warna hitam, tidak dapat diragukan lagi negara-negara ini memberlakukan sensor yang sangat ketat dan hampir mengontrol internet negara tersebut secara keseluruhan. Ngeriii…

Hal-hal inilah yang membuat para Hacktivist (Anonymous dkk)  di dunia melakukan pergerakan untuk menentang kontrol terhadap internet, mereka beranggapan bahwa internet seharusnya bebas diakses dan merupakan hak setiap manusia untuk mendapatkan informasi yang sesungguhnya…

Mari kita bersama melakukan sesuatu yang membangun negara Indonesia tercinta ini, dengan banyaknya insiden internasional (defaced websites, DDoS everywhere dll) maka ini kesempatan yang bagus buat kita untuk menunjukkan bahwa masih terdapat hal-hal yang bermanfaat dalam penggunaan internet…. #eaaaa

Note:
Jangan dihiraukan omongan saya pada pagi hari ini tentang sensor di Internet….suka error kalau pada pagi hari hahaha :hammer

Semoga bermanfaat,

iKONs