Troubleshooting Koneksi Speedy

Hampir setiap pelanggan speedy mengeluh terhadap koneksi internetnya, kebanyakan mereka selalu langsung menghujat PT. T*lkom selaku penyedia jasa 😀

Padahal sebenarnya yang dapat mengganggu suatu koneksi internet (terutama yang menggunakan modem rumahan) hanya sedikit, biasanya sih kalau bukan kabel ya splitternya, intinya koneksi antara modem di dalam rumah sampai ke jaringan telepon diluar rumah

Sebelum kita lanjut ke troubleshooting koneksi speedy, ada baiknya mengerti sedikit dahulu mengenai ini:

Mengapa hal tersebut terjadi??

Koneksi data melalui jalur telepon atau disebut juga sebagai DSL (Digital Subcriber Line) adalah teknologi modulasi yang dikembangkan dengan Discrete Multitone (DMT) yang memungkinkan transmisi data berkecepatan tinggi dengan hanya menggunakan kabel tembaga, belum menggunakan fiber optic. yang saya tahu ada 2 macam ADSL dan SDSL, kalau yg ADSL (asimetrik) memiliki kecepatan download dan uploadnya berbeda, biasanya sih download lebih besar, sedangkan SDSL (simetrik) kecepatan antara download dan uploadnya sama.

Jaringan ADSL dapat digambarkan seperti berikut:

Dari gambar diatas biasanya yang menyebabkan koneksi speedy lambat adalah jalur dari ADSL modem menuju Central Telefonica (dalam hal ini tiang telepon diluar rumah kita).

Diantara jalur tersebut terdapat kabel (ya iyalah :P), ADSL splitter, modem dan pesawat telepon.

Untuk mengetahui kondisi koneksi speedy, dapat diketahui dengan melihat ke dalam setting-an modem. Caranya adalah dengan membuka alamat IP modem di browser (biasanya sih 192.168.1.1). ketik saja IP tersebut di browser kita.

Setelah itu akan didapatkan halaman seperti berikut:

Contoh diatas menggunakan Modem TP-Link.

Yang perlu diperhatikan dari gambar diatas adalah nilai dari SNR Margin dan Line Attenuationnya.
SNR Margin adalah perbandingan antara kekuatan Sinyal dengan kekuatan Noise (gangguan).
Line Attenuation adalah nilai seberapa bagus kualitas sinyal dari/antara modem pelanggan sampai ke perangkat DSLAM di Sentral Otomat (STO) T*lkom.

Berikut arti nilai-nilainya
Range Nilai SNR Margin:
29,0 dB ~ ke atas = Outstanding (bagus sekali)
20,0 dB ~ 28,9 dB = Excellent (bagus), Koneksi stabil.
11,0 dB ~ 19,9 dB = Good (baik), Sinkronisasi sinyal ADSL dapat berlangsung lancar.
07,0 dB ~ 10,9 dB = Fair (cukup), Rentan terhadap variasi perubahan kondisi pada jaringan.
00,0 dB ~ 06,9 dB = Bad (buruk), Sinkronisasi sinyal gagal atau tidak lancar (ter-putus²).

Range Nilai Line Attenuation:
00,0 dB ~ 19,99 dB = Outstanding (bagus sekali)
20,0 dB ~ 29,99 dB = Excellent (bagus)
30,0 dB ~ 39,99 dB = Very good (baik)
40,0 dB ~ 49,99 dB = Good (cukup)
50,0 dB ~ 59,99 dB = Poor (buruk), Kemungkinan akan timbul masalah koneksi (tidak lancar, dsb).
60,0 dB ~ ke atas = Bad (amburadul), Pasti akan timbul banyak gangguan koneksi (sinyal hilang, tidak bisa connect, dsb).

Tips untuk meningkatkan koneksi speedy:
1. Periksa koneksi kabel.
Cek apakah ada sambungan yang longgar, cacat atau putus.
Solusinya adalah hubungi 147, bilang aja saluran teleponnya jelek atau kemeresek (kata orang jawa bilang :D) mereka pasti ngerti. biasanya nanti akan dikirim petugas ke rumah. setahu saya kalau ada gangguan jaringan dari luar rumah sampai menuju rumah biayanya gratis, sedangkan ketika kabelnya sudah masuk rumah baru ada biayanya, untuk biaya saya belum tahu 😛
Oiya pastikan juga kabel telepon tidak dekat dengan barang-barang elektronik yang mengeluarkan medan magnet atau frekuensi tertentu seperti AC, henpon, speaker dan lain-lain. paling tidak minimal jaraknya 30 cm.

2. Periksa Roset/Socket telepon
Cek juga apakah koneksi kabel pada socket telepon di tembok atau biasanya didekat telepon masih terhubung dengan baik. kira-kira seperti dibawah ini bentuknya:

3. Periksa/test splitter dan/atau micro-filter.
Angkat gagang telepon. Dengarkan nada pilihnya. Suaranya berdenging atau kemeresek di telepon dapat menjadi salah satu indikasi kerusakan splitter. Kemudian tekan tombol 0 dan dengarkan, seharusnya ga boleh ada suara apapun.
Solusinya jangan pakai splitter bermutu rendah, usahakan beli splitter yang memang khusus untuk membagi antara saluran telepon dan saluran ADSL (modem). harganya sekitar 15 ribu – 50 ribu. bentuknya kira-kira seperti ini:

4. Periksa juga kabel RJ-45 yang menghubungkan antara Modem dengan Komputer apakah bermasalah atau tidak.

5. Ganti DNS server yang digunakan.
Penggantian DNS server bisa pada Modem atau pada Komputer.
Gunakan IP DNS berikut:
203.130.196.5, 202.134.0.155, 202.134.1.10, 202.134.0.62, 208.67.222.222, 8.8.8.8, 4.4.4.4 atau bisa di-googling saja.

6. Pastikan Modem berjalan dengan lancar
Tanda-tanda Modem baik-baik saja dapat terlihat pada lampu indikatornya menyala. Kalau mati berarti tidak ada koneksi sama sekali atau Modem rusak, lampu yang berkedip juga pertanda kemungkinan ada koneksi yang kurang bagus kecuali memang produsennya men-setting lampu berkedip merupakan tanda Modem dalam kondisi beroperasi normal.

7. Jika cara-cara diatas masih tidak dapat memperbaiki koneksi kemungkinan penyebabnya ada pada komputer, browser, jaringan DSLAM Speedy dan beberapa kemungkinan yang mungkin dapat terjadi. Hubungi pihak provider dalam hal ini PT. T*lkom atau teknisi komputer yang mengerti jaringan komputer kenalan anda 😀

#Satu lagi, koneksi internet dalam satuan bit per second (bps), kalau di komputer satuan yang digunakan adalah byte per second (Bps), sehingga perhitungannya adalah 8 bps = 1 Bps.
Contoh:
Paket Speedy Familia dengan downstream 1 Mbps (Mega bit per second) sebenarnya adalah 1000/8 = 125 KBps (Kilo Byte per second)

Semoga bermanfaat

M

Sumber:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5827094

Note:
*saya bukan karyawan speedy maupun pihak yang diuntungkan oleh speedy, saya juga merupakan pelanggan yang pernah mengalami hal-hal diatas 😛