Beberapa Perintah Linux yang Berguna untuk Sysadmin

4 Comments

*Last updated 25 Januari 2015

Post ini akan diperbaharui secara berkala sebagai catatan iKONs…

Berikut ini beberapa perintah Linux yang berguna untuk Sysadmin, kebanyakan adalah perintah dasar…

Pengaturan Akun

  1. Menambah hak sudoer kepada suatu akun :
    sudo adduser namauser sudo
  2. Menghapus hak sudoer kepada suatu akun :
    sudo deluser namauser sudo
  3. Pindah ke root dari akun sudoer :
    sudo bash
  4. Pindah ke root dari akun non sudoer :
    su
  5. Melihat shell yang sedang digunakan :
    echo $0 $/bin/bash ==> shell paling umum, Bourne Again Shell (BASH)
  6. Melihat jumlah shell yang tersedia di OS
    cat /etc/shells

    Jenis shell di dalam suatu OS (bisa berbeda di tiap OS)

    # /etc/shells: valid login shells,
    /bin/csh, /bin/sh, /usr/bin/es, /usr/bin/ksh, /bin/ksh, 
    /usr/bin/rc, /usr/bin/tcsh, /bin/tcsh, /usr/bin/esh, /bin/dash,
    /bin/bash, /bin/rbash, /usr/bin/screen, /bin/ksh93
  7. Merubah shell  ke Bourne Shell untuk sementara :
    exec /bin/sh
  8. Merubah shell ke bash secara permanen :
    chsh namauser -s /bin/sh
  9. Membuat key pair SSH untuk remote tanpa password (key pair= id_rsa & id_rsa.pub)
    ssh-keygen -t rsa -b 2048

    *Catatan:
    Saat ini key pair terbaik adalah menggunakan key pair dari RSA 2048 bit atau 4096. untuk DSA dan ECDSA terdapat kelemahan yang bisa dibaca disini.
    Sedangkan Ed25519 hanya ada di OpenSSH versi 6.5 keatas (masih jarang).

  10. Mengirim public key (id_rsa.pub)
    ssh-copy-id -i /home/namauser/.ssh/id_rsa.pub "[email protected] -p xxx"

    *Catatan:
    Jika tujuan menggunakan port SSH standar (22) tidak perlu menggunakan tanda petik “” (beberapa versi OpenSSH juga tidak menggunakan tanda petik).

  11. Me-restart services tanpa reboot OS.
    /etc/init.d/apache restart
    untuk RHEL Family (Centos, Red Hat, Fedora) ganti dengan httpd --> /etc/init.d/httpd restart
    /etc/init.d/mysql restart
    /etc/init.d/postgresql restart  
    /etc/init.d/postfix restart
    /etc/init.d/cron restart
    /etc/init.d/sshd restart
    /etc/init.d/pure-ftpd restart
    /etc/init.d/syslog restart

    Atau

    service apache restart
    untuk RHEL Family (Centos, Red Hat, Fedora) ganti dengan httpd --> service httpd restart
    service mysql restart  
    service postgresql restart
    service postfix restart
    service cron restart
    service sshd restart
    service pure-ftpd restart
    service syslog restart

    Catatan:
    Selain restart ada beberapa perintah yang bisa digunakan, yaitu:
    {start|stop|status|reload|restart|condrestart}

  12. Menghapus isi file yang sedang aktif digunakan (contoh: file log)
    echo "" >/path/to/log

    Misalnya:

    echo "" >/var/log/syslog
  13. Mengirim file ke komputer lain dengan aman:
    scp nama.file [email protected]:/nama/folder
  14. Menjalankan perintah di background proses:
    perintah &

    Contoh:

    scp nama.file [email protected]:/home/backup &

     

 

Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

iKONs

 

Categories: Coretanku Tags:

Cara Download Video Torrent Otomatis dengan CouchPotato dan uTorrent

2 Comments

Kali ini saya ingin berbagi cara download video torrent otomatis dengan Couchpotato dan uTorrent. Pasti pada tahu apa itu Torrent kan? 😀

Pernah membayangkan memiliki aplikasi yang bisa download video di Torrent secara otomatis? well, walaupun ga sepenuhnya otomatis tapi dengan CouchPotato, download video di Torrent lebih menyenangkan :D, ga percaya? langsung aja ya!

Download CouchPotato disini dan uTorrent disini.

Install CouchPotato dan uTorrent.

Seperti biasa, klik 2x dan next…next…next sampai selesai. setelah selesai, browser akan dijalankan dan membuka http://localhost:5050/wizard/ dan menyambut kita dengan “Welcome” seperti gambar dibawah:

CouchPotato 1

Scroll ke bawah untuk membuka tab selanjutnya “General”

CouchPotato 2

Pada tab General ini digunakan untuk merubah port dalam mengakses CouchPotato di browser dan jika perlu kita dapat menambahkan username dan password untuk mengamankannya. disini sementara saya kosongkan saja.

Selanjutnya adalah memilih “Downloaders”, standarnya adalah Black Hole, tetapi saya lebih suka menggunakan uTorrent atau Transmission.

CouchPotato 3

Pada tab Downloaders ini uTorrent perlu di install dan di setting terlebih dahulu, berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Install uTorrent seperti biasanya.
  2. Aktifkan mode Web UI di uTorrent
    Caranya buka Options –> Preferences –> Advanced –> Web UI, jangan lupa kasih username dan password untuk mengamankannya.
  3. Lihat port uTorrent yang aktif digunakan
    Buka Options –> Preferences –> Connection –> “port used for incoming connection”
    Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut:
    setting web ui utorrent

Masukkan informasi di atas ke Couchpotato, seharusnya menjadi seperti ini:

couchpotato 3

Setelah itu kita akan diminta untuk memilih sumber file torrentnya dari mana saja, kalau saya sih tinggal tambah The Pirate Bay saja 😀

couchpotato 4

Untuk Usenet Provider saya pilih untuk golput saja.

couchpotato 5

Ada setting untuk merubah nama file setelah selesai download, silahkan disetting sesuka hati:

couchpotato 6

Setelah itu jangan lupa install browser extention untuk Couchpotato sehingga kita bisa download film hanya dari melihat di IMDB

couchpotato extension

Langkah terakhir instalasi adalah klik tulisan dengan background warna hijau yang menggoda 😀

couchpotato final

Jangan lupa untuk mengaktifkan browser plugin yang telah diinstall sebelumnya:

couchpotato final 2

Setelah selesai kita bisa setting banyak hal di Couchpotato, mulai dari:

couchpotato final 3

  • Website pencari file Torrent
  • Kategori
  • Kualitas minimum file yang akan di download
  • Merubah nama file secara otomatis setelah selesai download agar mudah diarsipkan
  • Notifikasi ketika file selesai di download (via email, twitter, xmpp, plex, sms dll)
  • Lokasi folder film
  • Apa yang ditampilkan di menu “Home”, jika di setting seperti pada gambar di atas maka tampilannya seperti ini:
    couchpotato home

Asiknya Couchpotato ini adalah kita bisa download file film dari Torrent secara otomatis, tinggal ketik nama filmnya dan Couchpotato akan mencarinya sesuai dengan kategori yang kita setting. ketika sudah menemukan filenya (snatched) bisa otomatis di download atau bisa juga kita pilih sendiri kualitasnya. Bahkan untuk film yang belum di rilis, Couchpotato akan tetap mencarinya sampai file Torrentnya ditemukan. Gimana? 😀

Oh iya ini salah satu contoh mencari film di IMDB:

couchpotato extension 3

Tinggal klik extensionnya tinggal leb! eh add! :p

Jangan lupa pastikan download telah berjalan di uTorrent. Untuk lebih kerennya lagi, bisa saja semua film yang di download bisa di kelola oleh Kodi (XBMC) atau Plex :D. Kalau ada waktu akan saya sempatkan untuk membuat artikelnya…

 

Semoga bermanfaat,

iKONs

Catatan:

Penulis tidak bertanggung jawab atas segala dampak yang ditimbulkan oleh tulisan ini 😀

Jika memungkinkan support pembuat film dengan menonton di bioskop atau membeli film aslinya #nasehatsaja

Categories: Coretanku Tags: , ,

[Share]Buku gratis Reverse Engineering for Beginner

No Comments

Ketika lagi jalan-jalan di Twitterland, saya bertemu dengan seseorang bernama Dennis Yurichev / Денис Юричев @yurichev yang sedang membagikan buku gratis mengenai “Reverse Engineering for Beginner” yang bisa di download di sini Reverse Engineering Book For Beginner (474 downloads) atau ke website aslinya di http://beginners.re/

Buku yang memiliki 863 halaman termasuk 14 halaman untuk donasi untuk saat ini (karena masih dikembangkan terus oleh penulisnya) membahas mengenai arsitektur x86/x64 dan ARM/ARM64 mulai dari apa itu CPU lengkap mulai instruksinya atau disebut Istruction Set Architecture (ISA), kode mesin, bahasa assembly CPU register serta pengaruh Programming Languange (PL) terhadap CPU dan sebagainya. Halaman perkenalannya juga mudah untuk dipahami bagi orang awam seperti saya, seperti mengapa CPU perlu menjalankan bahasa pemrograman tingkat tinggi (ie. C/C++, Java, Python) dengan kode mesin dan bagaimana peran sebuah kompiler untuk merubah bahasa tingkat tinggi ke bahasa assembly. Termasuk dengan banyak contoh penggunaan OllyDbg dan GDB.

RE for Beginner Book
RE for Beginner Book

Keren bukan? 😀
Lebih menariknya lagi buku tersebut dibuat dengan Latex yang merupakan standar dalam pembuatan dokumen yang sifatnya publikasi ilmiah. Walaupun saya belum pernah menggunakannya tapi sepertinya mudah untuk digunakan, kita tidak perlu bingung membuat template terlebih dahulu melainkan langsung ketik saja dengan format seperti ini:

\documentclass{article}
\title{ikonspirasi - knowledge is open source, learn it, share it}
\author{ikonspirasi}
\date{Oktober 2014}
\begin{document}
\maketitle
I have no idea what i'm doing!
\end{document}

Untuk lebih jelasnya mungkin bisa dilihat disini http://latex-project.org/intro.html
Sepertinya saya perlu meluangkan waktu sejenak untuk membaca buku ini, tapi takut juga nanti jadi full retard  dan akhirnya dicuekin istri 😀
fullretard

Eniwei, terima kasih kepada mas Dennis Yurichev yang telah membagikan ilmunya secara gratis dengan “Buku gratis Reverse Engineering for Beginner”, sekalian sebagai hadiah untuk berkurangnya usia saya tepat hari ini 😀

Semoga bermanfaat,

iKONs

 

Sumber:

http://beginners.re/

Categories: Coretanku Tags: ,

Lokasi File atau Folder Penting di Linux

No Comments

Hari ini ada seorang teman saya yang menanyakan dimana lokasi data MySQL disimpan? saya jawab “ya di databasenya, login ke MySQL aja”, ternyata bukan itu maksudnya haha…
iya, file dari database MySQL atau MariaDB disimpan di folder yang sama, yaitu di folder /var/lib/mysql/. sedangkan untuk PostgreSQL (PGDATA) ada di folder /var/lib/pgsql/data, tetapi dengan format yang berbeda, bisa dibaca selengkapnya di sini.

Sekalian saya ingin berbagi mengenai lokasi file atau folder penting di Linux atau Unix. Apapun Linux/Unix yang digunakan, semuanya hampir memiliki file atau folder dengan urutan yang sama/mirip. Perintah di terminalnya juga sama untuk beberapa perintah dasarnya (seperti ls, cp, mv, mkdir dsb).

Baiklah saya coba jelaskan satu persatu…

Tapi sebelumnya buka terminal dan ketik cd / lalu enter, ini akan membuat posisi prompt/kursor (namanya apa ini ya?) akan berada di paling luar atau tinggi, saya lebih suka memanggil / di paling tinggi karena di posisi ini kita bisa melihat semua folder 🙂

Sekarang ketik ls -lah, seharusnya akan muncul daftar folder seperti berikut:

FYI, gambar diatas merupakan struktur folder di Linux/Unix yang mengikuti standar terbaru, yaitu FHS (Filesystem Hierarchy Standard), dimana dengan adanya standarisasi tersebut, kita tidak perlu lagi membuka folder untuk menjalankan sebuah program setelah program tersebut di install karena telah tersusun dengan rapi. sehingga dimanapun posisi prompt di terminal, kita bisa mengeksekusi program.

Langsung saja ya, lain kali kita akan bahas mengenai membaca keterangan dan modifikasi files atau folder…

Ketika kita mengetik ls, tampilan folder akan ditampilkan menurut abjad dari a – z.

    1. Mulai dari folder /bin, ini adalah tempat dimana program untuk perintah paling umum seperti ls, rm, mkdir, cp dsb. Yup, semua perintah Linux/Unix ada disini (klo lupa mampir kesini saja :D)

 

    1. Kemudian folder /boot, di folder ini isinya Kernel Linux/Unix, Grub, Image RAM, pokoknya segala hal yang diperlukan sebuah OS Linux/Unix untuk Booting up.

 

    1. folder /dev berisi semua drive harddisk atau hardware seperti modem, CD/DVD/Blu-ray dsb. Hanya saja disini hanya merupakan link dan bukan isi, contohnya hdd partisi 1 ada di /dev/sda1 dan DVD-rom ada di /dev/sr0. untuk melihat isinya, harus dilakukan mounting (mount) terlebih dahulu.

 

    1. /etc berisi files konfigurasi dari program/aplikasi yang terinstall di dalam OS, misal konfigurasi Apache ada di /etc/apache2 dan SSH di /etc/ssh.

 

    1.  /home, nah disini semua files dan folder milik seorang user disimpan, misalnya /home/ikons adalah folder milik user ikons, hal ini juga merupakan folder awal ketika kita melakukan remote ke ssh server dengan sebuah username. kalau di OS Windows folder ini mirip folder C:\Users\.

 

    1.  /lib, berisi files atau folder penting seperti library program-program atau modul kernel. biasanya file dependency sebuah program harus ditaruh disini.

 

    1. /media merupakan folder mount dari external device seperti HDD external, flashdisk, CD/DVD. biasanya ketika memasukkan flashdisk ke USB, otomatis isinya akan muncul di file manager, sebenarnya itu lokasinya adalah di folder /media. beda dengan di OS Windows yang hanya langsung ditampilkan di file explorer.

 

    1. /mnt juga merupakan folder mount, hanya saja sifatnya sementara dan dilakukan manual, contohnya mount /dev/sdc2 /mnt, maka file di HDD/flashdisk di /dev/sdc2 akan muncul di folder /mnt.

 

    1. folder /opt biasanya di isi dengan program yang diinstall tidak melalui paket manager (apt-get atau yum), alias kompile dan install langsung dari kode sumber (source code).

 

    1. /proc merupakan folder yang isinya files dimana kernel menerima informasi, contohnya processor ada di /proc/cpuinfo dan ram di /proc/meminfo.

 

    1. /root, namanya saja root, ini adalah folder super user dimana ketika remote ke ssh server menggunakan root akan diarahkan kesini, bukan di folder home.

 

    1. folder /sbin berisi semua program yang hanya dapat dijalankan oleh super user, alias harus di sudo/su terlebih dahulu.

 

    1. /srv, folder ini bisa juga diisi oleh web server atau ftp server.

 

    1. /sys adalah folder dimana informasi mengenai sistem yang bisa dibaca oleh kernel.

 

    1. /tmp, tempat dimana file sementara disimpan, biasanya ketika install sebuah program.

 

    1. folder /usr berisi program-program yang merupakan tools seperti gcc, git, vim, mysql dsb. pokoknya selain program dasar/sederhana seperti di folder /bin. kalau di OS Windows ini seperti folder Program Files.

 

    1. yang terakhir adalah folder /var yang merupakan folder yang isinya berubah (bertambah/berkurang) dengan cepat, seperti file log ada di folder /var/log, file email (sendmail/postfix) di /var/mail atau web server di folder /var/www (Fedora/CentOS ada di folder /home/user/public_html)

 

 

Semoga info diatas dapat membantu bagi yang sedang mulai belajar Linux/Unix. Kalau ada yang ditanyakan silahkan komen dibawah :).

Salam hangat,
iKONs.

Sumber:
https://help.ubuntu.com/community/LinuxFilesystemTreeOverview
http://en.wikipedia.org/wiki/Unix_filesystem
http://en.wikipedia.org/wiki/Filesystem_Hierarchy_Standard

Categories: Coretanku Tags: