Mencoba cita rasa lain Debian 7.1 “Wheezy”

Sudah lama tidak ngeblog itu rasanya otak jadi kram ternyata hahaha…

Kali ini saya akan berbagi pengalaman menggunakan Debian 7.1 “Wheezy”. Setelah cukup frustasi dengan laptop lama yang wirelessnya tidak terdeteksi oleh hampir semua OS Linux akhirnya saya putuskan untuk ganti laptop, pilihan saya jatuh ke Acer Aspire S3-391-6428. Dengan spesifikasi VGA Intel HD 4000 dan Wifi AR9462 saya rasa OS Linux apapun akan dapat berjalan tanpa hambatan yang berarti.

Oke, lanjut ke OS pertama yang ingin saya coba adalah Debian, nenek moyang Ubuntu. Salah satu alasan pindah dari Ubuntu karena akhir-akhir ini tampaknya kurang stabil terutama setelah ada Unity dan tiruan “Apps Store”. Untuk programming sebenarnya tidak ada masalah tapi untuk penggunaan sehari-hari cukup repot juga ketika aplikasi yang kita gunakan tiba-tiba crash.

Setelah instalasi, reboot…

  1. koneksi wireless (kebetulan laptop ini tidak memiliki colokan LAN) works like a charm 🙂
  2. VGA intel HD 4000 – ok (dideteksi sebagai ” Intel Corporation 3rd Gen Core processor Graphics Controller (rev 09)”)
  3. Keyboard – ok
  4. Sound – ok (hanya harus di naikkan volumenya secara manual tiap kali reboot, akan kita bahas fix nya setelah ini)
  5. Touchpad – multitouch tidak berfungsi
  6. Brightness – tombol <= fn => tidak berfungsi

Solusi:

  1. Sound, buka file /usr/local/bin/start-pulseaudio-x11 dengan editor kesayangan, saya menggunakan vim.
    cari code line ini:

    /usr/bin/start-pulseaudio-x11 "[email protected]"

    tambahkan persis dibawahnya code berikut:

    { xprop -root -spy > /dev/null 2>&1 || true; pulseaudio --kill; } &

    setelah selesai save dan reboot.

  2. Touchpad, buat file synaptics.conf di dalam folder /etc/X11/xorg.conf.d/
    isi dengan konfigurasi ini:

    Section “InputClass”Identifier “Touchpad” # required
    MatchIsTouchpad “yes” # required
    Driver “synaptics” # required
    Option “MinSpeed” “0.5″
    Option “MaxSpeed” “1.0″
    Option “AccelFactor” “0.075″
    Option “TapButton1″ “1″
    #Option “TapButton2″ “2″ # multitouch
    #Option “TapButton3″ “3″ # multitouch
    #Option “VertTwoFingerScroll” “1″ # multitouch
    #Option “HorizTwoFingerScroll” “1″ # multitouch
    Option “VertEdgeScroll” “1″
    Option “CoastingSpeed” “8″
    Option “CornerCoasting” “1″
    Option “CircularScrolling” “1″
    Option “CircScrollTrigger” “7″
    Option “EdgeMotionUseAlways” “1″
    Option “LBCornerButton” “8″ # browser “back” btn
    Option “RBCornerButton” “9″ # browser “forward” btn

    Kemudian lakukan ini di terminal:
    $ sudo modprobe -r psmouse
    kemudian
    $ sudo modprobe psmouse proto=imps

    lalu untuk membuatnya diload pada saat startup buat file touchpad.conf di dalam folder /etc/modprobe.d/ dan isi dengan kode berikut:

    options psmouse proto=imps
  3. Pengaturan Brightness solusinya cukup mudah tinggal buka file /etc/default/grub dan tambahkan “acpi_backlight=vendor” pada GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT, hasilnya seperti ini:
    GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT=”quiet splash acpi_backlight=vendor“

    simpan kemudian jalankan update-grub di terminal lalu reboot.

Overall laptop ini ringan, cukup hemat energi (rata-rata 4 jam di Debian 7) dan memiliki kompatibilitas hardware yang cukup baik dengan Debian.

Setelah ini saya sedang memikirkan untuk mencoba OS Linux untuk penggunaan sehari-hari dari distro lain seperti Fedora, Arch Linux, Linux Mint, Blankon (bangga buatan dalam negeri) dan tentunya suatu saat nanti ingin mencoba OS X 🙂

Semoga bermanfaat,

iKONs

Acer Aspire S3-391-6428

Mencoba cita rasa lain Debian 7 di Acer Aspire S3-391-6428

Let’s loose some nerf  m/

[youtube=https://www.youtube.com/watch?v=sZGJrYPMkNI]

Sumber:

  • http://bugs.debian.org/cgi-bin/bugreport.cgi?bug=594001
  • https://martincooper9.wordpress.com/2012/01/02/debian-wheezy-enable-synaptic-touchpad/

9
Leave a Reply

3 Comment threads
6 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
4 Comment authors

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
embong

Woowww.. ndewwooo ms ibaallll kwokowkkwokowk like this

budaaaal wkwkwk

wahhhh mantap nih..
sama tuh om di Kali linux juga bugsnya masih ada 😀 sound mute sama disable touchpad..

iya bug bawaan debian haha, fixnya udah dicoba di kali?

“Setelah cukup frustasi dengan laptop lama yang wirelessnya tidak terdeteksi oleh hampir semua OS Linux akhirnya saya putuskan untuk ganti laptop…”

Kalau pengguna biasa “…akhirnya saya putuskan ganti jadi Windows…”.

Bagaimana kalau skrip-skrip konfigurasi seperti di atas, yang bertaburan pada blog akang ini, serta yang sudah akang post di IBT, akang jadikan satu dalam aplikasi GUI? Bisa pakai Qt (kalau mau). Saya yakin itu bakal cool banget. CMIIW.

hmm ide yang menarik nih, cm solusi untuk tiap jenis laptop berbeda, belum lagi linux jumlah distro dan jenisnya ada bermacam2 sepertinya susah, tapi klo sempat nanti saya buatkan.
tks pencerahannya 🙂

Saya rasa realitasnya tidak serumit itu kok, Kang. Akang kan lagi pakai distro populer? Cukup bikin GUI yang untuk distro akang versi tersebut, lalu dirilis di blog ini. Ntar juga yang pakai distro sama tinggal unduh. Terima kasih, Kang.

Apalagi kalau yang akang buat bisa jalan di BT R5, Ubuntu Precise Pangolin, Mint 15, dan yang sedarah dan seversi lainnya. Saya tunggu.

siaap, tp klo mau buat duluan silahkan lho, yg ada di blog saya ini bebas utk disebarkan, dikutip, disalin dan dipergunakan oleh siapa saja dengan tanggung jawab masing2 🙂

Terima kasih, dimengerti. Namun, saya tetap menunggu inovasi-inovasi dari akang.