Tentang Sensor di Internet

6 Comments

“The Worlds Works in a Mysterius Way…”

Pernah dengar tentang “The Great Firewall from China”? Kalau belum perhatikan gambar dibawah ini sebelum kita membahas tentang sensor di Internet:

Gambar diatas adalah gambaran langsung bagaimana di China berlangsung sensor internet secara ketat, untuk mencobanya dapat langsung menuju kesini.

Bayangkan….NO Facebook?? NO Twitter?? suram sekali bukan…apalagi kalau no bokep #eh ūüėõ

Akhir-akhir ini sering sekali mendengar PIPA/SOPA atau ACTA bukan? sebuah aturan yang tadinya dibuat dengan tujuan melindungi hak cipta, melindungi anak-anak dari para pedophilia, mengurangi peredaran barang ilegal/terlarang di internet dan beberapa tujuan mulia lainnya.

Salah satu dampaknya pertama kali kena adalah Megaupload.com, FBI menutup situs tersebut secara sepihak karena melanggar hak cipta…


Dibalik itu semua para petinggi di semua negara yang ikut dalam penyusunan perjanjian tersebut diatas sebenarnya sedang melakukan langkah awal untuk mengendalikan internet, yup it’s all about control!, mereka sangat khawatir dengan “this rising force” (internet). Ini semua dilakukan untuk mengamankan negara dan kepentingan mereka.

Bayangkan saja, sebesar apapun suatu negara masih tetap kalah dengan luasnya internet, suatu interkoneksi yang menghubungkan siapapun dimanapun kapanpun dan tanpa ada aturan main atau batasan yang jelas sangatlah mengerikan…

Pada negara-negara tertentu yang pemerintahnya memberlakukan sensor internet terjadi perlawanan yang cukup sengit sehingga sering disebut juga “arm race” atau perlombaan senjata. Salah satu cara untuk terhubung dengan dunia luar adalah menggunakan saluran komunikasi yang dibuat sendiri dengan bantuan masyarakat negara tetangga yang peduli, cara berikutnya yang paling mudah adalah menggunakan proxy untuk menyamarkan koneksi internetnya.

Contoh proxy yang paling banyak digunakan adalah Tor (The Onion Routing), sebuah proxy open source yang menggunakan teknologi SOCK5 yang cukup reliabel dan aman.

Mari kita lihat jumlah pengguna Tor dari Iran:


Bisa mencapai 80 ribu pengguna, jumlah yang cukup fantastis. Tetapi kemudian lihat pada sekitar tanggal 12 februari awal tahun 2012…..jumlahnya menurun drastis hingga mencapai hampir 0 (nol). Hal tersebut terjadi karena Iran memberlakukan sensor di semua jaringan internetnya.

Terakhir saya membaca sebuah milis Tor yang akan mengeluarkan senjata baru untuk menangkal sensor di Iran, namanya “Obfuscated Proxy”. Proxy ini sifatnya menyamarkan koneksi kita sehingga tampak seperti koneksi biasa yang tidak masuk daftar sensor. Milis tersebut dapat dilihat disini.
Sekarang mari kita bandingkan dengan yang dari Indonesia:


Berbahagialah para pengguna Internet di Indonesia karena penggunaan Tor tidak begitu banyak karena sensor yang diberlakukan hanya untuk beberapa hal saja, misal pornografi.

Enak kan tinggal di Indonesia?? ūüėÄ

Tapi tunggu,,
Pengguna terbesar Tor adalah Amerika Serikat?? klo memang benar berarti sungguh ironi, di negara yg katanya bebas malah pengguna internetnya menggunakan proxy anonymous….

Entah karena pengguna internet disana merasa lebih peduli dengan tingkat privasinya?? atau karena mereka merasa diintai oleh pemerintahnya?? hal ini perlu dianalisa lebih lanjut….

Menurut om Wikipedia, sensor di internet ini terjadi hampir di semua negara di dunia, perhatikan gambar dibawah ini:

Sesuai dengan gambar diatas, dapat dilihat bahwa:

  • Warna biru menunjukkan negara tersebut tidak memberlakukan sensor di internet.
  • Warna kuning menunjukkan ada sensor di internet tetapi tidak begitu ketat. Indonesia termasuk di dalamnya.
  • Warna merah menunjukkan sensor yang cukup ketat sehingga beberapa berita yang sensitif bagi negara tersebut tidak dapat diakses, perhatikan bahwa Malaysia termasuk di dalamnya ūüėÄ
    Tetapi ada kalangan yang memantau hal ini dan membantu memberikan informasi yang seharusnya didapatkan oleh masyarakat di negara tersebut. Orang-orang di kalangan tersebut membuat organisasi bernama “Reporters Without Border”
  • Yang terakhir adalah warna hitam, tidak dapat diragukan lagi negara-negara ini memberlakukan sensor yang sangat ketat dan hampir mengontrol internet negara tersebut secara keseluruhan. Ngeriii…

Hal-hal inilah yang membuat para Hacktivist (Anonymous dkk)¬† di dunia melakukan pergerakan untuk menentang kontrol terhadap internet, mereka beranggapan bahwa internet seharusnya bebas diakses dan merupakan hak setiap manusia untuk mendapatkan informasi yang sesungguhnya…

Mari kita bersama melakukan sesuatu yang membangun negara Indonesia tercinta ini, dengan banyaknya insiden internasional (defaced websites, DDoS everywhere dll) maka ini kesempatan yang bagus buat kita untuk menunjukkan bahwa masih terdapat hal-hal yang bermanfaat dalam penggunaan internet…. #eaaaa

Note:
Jangan dihiraukan omongan saya pada pagi hari ini tentang sensor di Internet….suka error kalau pada pagi hari hahaha :hammer

Semoga bermanfaat,

iKONs

Install Backtrack 5 di Galaxy Tab 7500 10’1″ (Wifi + 3G)

No Comments

Melihat judulnya pasti pada tertarik ya? ūüėõ

Langsung saja….

Resep yg dibutuhkan?

  1. Otak yang bersih
  2. Galaxy Tab yang udah di-root bisa dilihat disini
  3. Backtrack 5 ARM bisa di download disini
  4. Busybox dari Android Market
  5. Superuser dari Android Market
  6. Terminal Emulator dari Android Market
  7. AndroidVNC dari Android Market
  8. Ingat! There is no secret Ingredients ūüėõ

Saat ini Backtrack-Linux.org hanya membuat Backtrack versi 5 utk device dengan processor ARM yang R1 belum ada (mungkin bisa diupdate? ntar mau dicoba lagi dikantor :D)

Langkah-Langkahnya:

1. Galaxy Tab 10.1 yang telah di-root pastinya
2. Ekstrak file BT5-GNOME-ARM.7z sehingga di dalamnya akan ada file:

  • bootbt
  • fsrw
  • README
  • bt5.img.gz
  • installbusybox.sh
  • unionfs
  • busybox
  • mountonly

Untuk file bt5.img.gz kalo bisa di ekstrak dulu di pc karena klo di ekstrak di Galaxy Tab akan memakan waktu yang cukup lama, caranya di linux/BT5:

gunzip bt5.img.gz

bisa juga dengan menggunakan 7zip atau winrar.

3. Taruh file hasil ekstrak diatas ke Galaxy Tab dengan nama folder BT5 (ditaruh di bagian paling luar/root)

4. Buka Terminal Emulator


setelah masuk di terminal naik angkot M01 jurusan Kp. Melayu – Senen, disana beli teh botol udah seger balik lagi kesini ūüėõ

dah seger? ūüėÄ
command yang digunakan di Android sama seperti di Linux seperti ls utk view file, rm utk menghapus, cp utk mengkopi dll

contoh untuk masuk ke folder BT5 yang telah dikopi via Windows Explorer di langkah 3…

ketik ls untuk mencari folder sdcard

masuk ke folder sdcard kemudian folder BT5 (ingat harus case sensitive)

lihat isi folder BT5, kemudian lakukan hal berikut:

su sh bootbt

Setelah melakukan sh bootbt kita akan mendapatkan [email protected]:

pastikan isi didalam shell tersebut, contoh:

ls /pentest

5. Jalankan VNC

startvnc

kemudian cari port dimana VNC melakukan listening (LISTEN) dengan cara:

netstat -anpt

catat port-nya (pada contoh gambar dibawah ada di port 5901)

6. kembali ke Home, buka AndroidVNC

Setting pada AndroidVNC:

  • Nickname: Terserah suka-suka
  • Password: toortoor
  • Address:¬†¬† 127.0.0.1 –> localhost
  • Port:¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† 5901 –> seperti pada contoh gambar diatas (tiap PC/Laptop kemungkinan berbeda
  • Username: kosong
  • Color Format: 24 bit

Selesai? klik Connect

VOILA !! Backtrack 5 siap dipakai ūüėÄ

Perhatikan gambar terakhir ini !!

Yeaaah… kereen ūüėÄ

FYI:
Di forum xda dev ada beberapa android phone yg bisa contohnya:
Xperia X10, Motorola Atrix, HTC EVO, HTC Incredible, nokia N900, Samsung Galaxy S

Utk tablet contohnya:
Motorola Xoom, Galaxy Tab 7500

Note:
– Belum dicoba utk koneksi jaringannya
– Belum dicoba apt-get update dkk
– Belum dicoba tiap aplikasinya
– Testing menyusul klo ane ada waktu ūüėõ

Semoga bermanfaat,
iKONs

Sumber:
http://samhacked.blogspot.com/2011/10/install-backtrack-5-on-samsung-galaxy.html
http://forum.xda-developers.com/archive/index.php/t-1339515.html

Categories: Uncategorized Tags:

Merubah setting GRUB2 di Backtrack 5 (Ubuntu 10.04)

6 Comments

Pertamax mari kita mengenal apa itu GRUB?

Menurut dokter Wiki, GRUB adalah paket boot loader dari proyek GNU. GRUB adalah implementasi referensi spesifikasi Multiboot, yang menyediakan pilihan untuk boot dari salah satu OS yang terpasang pada komputer atau memilih konfigurasi kernel tertentu yang tersedia pada partisi sistem operasi tertentu.

Contohnya:

Cara kerja GRUB adalah ketika komputer dihidupkan, BIOS menemukan perangkat bootable primary (biasanya hard disk komputer) dan memuat program inisial bootstrap  dari master boot record (MBR), lokasinya pada 512 byte pertama dari hard disk, kemudian mentransfer kontrol ke kode di dalam GRUB.

Karena BT5 ini berbasis OS Ubuntu 10.04 maka GRUB yang digunakan adalah versi ke-2 (kedua) atau dipanggil GRUB2

Kalau dulu pada saat GRUB versi pertama kita dapat merubah setting melalui file menu.lst, sedangkan untuk GRUB2 lokasi file untuk merubahnya ada di /boot/grub/grub.cfg

#
# DO NOT EDIT THIS FILE
#
# It is automatically generated by /usr/sbin/grub-mkconfig using templates
# from /etc/grub.d and settings from /etc/default/grub
#

### BEGIN /etc/grub.d/00_header ###
if [ -s $prefix/grubenv ]; then
load_env
fi
set default="0"
if [ ${prev_saved_entry} ]; then
set saved_entry=${prev_saved_entry}
save_env saved_entry
set prev_saved_entry=
save_env prev_saved_entry
set boot_once=true
fi

function savedefault {
if [ -z ${boot_once} ]; then
saved_entry=${chosen}
save_env saved_entry
fi
}

function recordfail {
set recordfail=1
if [ -n ${have_grubenv} ]; then if [ -z ${boot_once} ]; then save_env recordfail; fi; fi
}
insmod ext2
set root='(hd0,6)'
search --no-floppy --fs-uuid --set 2337f381-eae7-4efe-bcf3-e6a4dc429763
if loadfont /usr/share/grub/unicode.pf2 ; then
set gfxmode=1024x768
set gfxpayload=keep
insmod gfxterm
insmod vbe
if terminal_output gfxterm ; then true ; else
# For backward compatibility with versions of terminal.mod that don't
# understand terminal_output
terminal gfxterm
fi
fi
insmod ext2
set root='(hd0,6)'
search --no-floppy --fs-uuid --set 2337f381-eae7-4efe-bcf3-e6a4dc429763
set locale_dir=($root)/boot/grub/locale
set lang=en
insmod gettext
if [ ${recordfail} = 1 ]; then
set timeout=-1
else
set timeout=10
fi
### END /etc/grub.d/00_header ###

### BEGIN /etc/grub.d/05_debian_theme ###
set menu_color_normal=white/black
set menu_color_highlight=black/light-gray
### END /etc/grub.d/05_debian_theme ###

### BEGIN /etc/grub.d/10_linux ###
menuentry 'Ubuntu, with Linux 2.6.39.4' --class ubuntu --class gnu-linux --class gnu --class os {
recordfail
insmod ext2
set root='(hd0,6)'
search --no-floppy --fs-uuid --set 2337f381-eae7-4efe-bcf3-e6a4dc429763
linux    /boot/vmlinuz-2.6.39.4 root=UUID=2337f381-eae7-4efe-bcf3-e6a4dc429763 ro   text splash nomodeset vga=791
initrd    /boot/initrd.img-2.6.39.4
}
menuentry 'Ubuntu, with Linux 2.6.39.4 (recovery mode)' --class ubuntu --class gnu-linux --class gnu --class os {
recordfail
insmod ext2
set root='(hd0,6)'
search --no-floppy --fs-uuid --set 2337f381-eae7-4efe-bcf3-e6a4dc429763
echo    'Loading Linux 2.6.39.4 ...'
linux    /boot/vmlinuz-2.6.39.4 root=UUID=2337f381-eae7-4efe-bcf3-e6a4dc429763 ro single
echo    'Loading initial ramdisk ...'
initrd    /boot/initrd.img-2.6.39.4
}
### END /etc/grub.d/10_linux ###

### BEGIN /etc/grub.d/20_memtest86+ ###
menuentry "Memory test (memtest86+)" {
insmod ext2
set root='(hd0,6)'
search --no-floppy --fs-uuid --set 2337f381-eae7-4efe-bcf3-e6a4dc429763
linux16    /boot/memtest86+.bin
}
menuentry "Memory test (memtest86+, serial console 115200)" {
insmod ext2
set root='(hd0,6)'
search --no-floppy --fs-uuid --set 2337f381-eae7-4efe-bcf3-e6a4dc429763
linux16    /boot/memtest86+.bin console=ttyS0,115200n8
}
### END /etc/grub.d/20_memtest86+ ###

### BEGIN /etc/grub.d/30_os-prober ###
menuentry "Windows 7 (loader) (on /dev/sda1)" {
insmod ntfs
set root='(hd0,1)'
search --no-floppy --fs-uuid --set 2C62855262852226
chainloader +1
}
### END /etc/grub.d/30_os-prober ###

### BEGIN /etc/grub.d/40_custom ###
# This file provides an easy way to add custom menu entries.  Simply type the
# menu entries you want to add after this comment.  Be careful not to change
# the 'exec tail' line above.
### END /etc/grub.d/40_custom ###

Contoh GRUB2 diatas adalah GRUB pada BT5 saya.
Beberapa setting yang saya ketahui:

  1. Lihat line 012, disitulah kita merubah posisi default grub saat komputer kita booting.
    set default=0 berarti posisi boot pada atas sendiri, kalau kita ganti angka 0 dengan 2 berarti posisi boot berada pada baris ke-3 (misalnya pada gambar diatas berarti terletak di posisi ubuntu 8.04, memtest86+).
    Atau

    sudo grub-set-default<strong> X (X adalah angka yang dikehendaki)</strong>
    sudo update-grub
  2. Kemudian lihat line 65, 73, 86, 92, 101. Pada line tersebut terdapat tulisan menuentry “bla..bla…”, kalimat di dalam tanda petik “…” dapat dirubah sesuai selera.
    Misal pada line 65 diganti menuentry “My Backtrack 5 R1” atau mau menghilangkan menu Windows 7 tinggal kasih tanda # didepan line 101-106 (mulai menuentry, kurung buka dan kurung tutup).

Untuk setting yang lain saya belum mempelajarinya lebih lanjut seperti fitur nomodeset vga=791, merubah kernel di initrd /boot/initrd.img-2.6.39.4 dan lain sebagainya.

Jika pembaca ada yang mengetahuinya dan ingin membaginya disini tulis saja pada comment dibawah nanti saya akan tampilkan.

Semoga bermanfaat and keep sharing,

M

Sumber:

https://secure.wikimedia.org/wikipedia/en/wiki/GNU_GRUB

https://help.ubuntu.com/community/Grub2

Categories: Backtrack Tags:

Repository dan Link Download Lokal Indonesia Backtrack 5

11 Comments

Berikut adalah Repository dan Link Download Lokal Indonesia Backtrack 5.

#INDONESIANHACKER BT5 REPOSITORY 32bit

deb http://backtrack.indonesianhacker.or.id/all revolution main microverse non-free testing
deb http://backtrack.indonesianhacker.or.id/32 revolution main microverse non-free testing
deb http://backtrack.indonesianhacker.or.id/source revolution main microverse non-free testing

#INDONESIANHACKER BT5 REPOSITORY 64bit

deb http://backtrack.indonesianhacker.or.id/all revolution main microverse non-free testing
deb http://backtrack.indonesianhacker.or.id/64 revolution main microverse non-free testing
deb http://backtrack.indonesianhacker.or.id/source revolution main microverse non-free testing

Alternatif lain yang ada di Afrika Selatan.

#UFS.AC.ZA BT5 REPOSITORY 32bit

deb http://mirror.ufs.ac.za/backtrack-linux-repos/all.repository.backtrack-linux.org/ revolution main microverse non-free testing
deb http://mirror.ufs.ac.za/backtrack-linux-repos/32.repository.backtrack-linux.org/ revolution main microverse non-free testing
deb http://mirror.ufs.ac.za/backtrack-linux-repos/source.repository.backtrack-linux.org/ revolution main microverse non-free testing

#UFS.AC.ZA BT5 REPOSITORY 64bit

deb http://mirror.ufs.ac.za/backtrack-linux-repos/all.repository.backtrack-linux.org/ revolution main microverse non-free testing
deb http://mirror.ufs.ac.za/backtrack-linux-repos/64.repository.backtrack-linux.org/ revolution main microverse non-free testing
deb http://mirror.ufs.ac.za/backtrack-linux-repos/source.repository.backtrack-linux.org/ revolution main microverse non-free testing

Caranya?
Buka file di /etc/apt/sources.list pake text editor seperti nano, gedit, kwrite atau vi, kemudian copy-paste saja line diatas

Sedangkan untuk link download lokal Backtrack 5 dapat dilihat disini:

http://opensource.telkomspeedy.com/repo/backtrack/
http://belajar.internetsehat.org/iso/backtrack-5.0/
http://repo.antihackerlink.or.id/download.php?list.88
http://kambing.ui.ac.id/iso/backtrack/
http://belajar.internetsehat.org/iso/backtrack-5.0/
http://iso.ukdw.ac.id/backtrack/5R1/
http://ftp.ub.ac.id/backtrack/BT-5%20RC1/
http://pinguin.dinus.ac.id/iso/backtrack/
http://mirror.its.ac.id/pub/ISO/BackTrack/
http://macan.uad.ac.id/iso/backtrack/
http://bos.fkip.uns.ac.id/pub/distro/backtrack/
http://madura.idrepo.or.id/backtrack-releases/
http://backtrack.idrepo.or.id/backtrack-releases/
http://buaya.klas.or.id/pub/backtrack/5/

Untuk Link Backtrack versi pertama sampai kelima dapat dilihat disini:

Back|Track I

http://backtrack.indowebster.com/iso/BT1/backtrack-beta-05022006.iso]backtrack-beta-05022006.iso
http://backtrack.indowebster.com/iso/BT1/backtrack-v.1.0-260506.iso]backtrack-v.1.0-260506.iso
http://backtrack.indowebster.com/iso/BT1/bt20061013.iso]bt20061013.iso

Back|Track II

http://backtrack.indowebster.com/iso/BT2/bt2final.iso]bt2final.iso
http://backtrack.indowebster.com/iso/BT2/BT2_Beta-Nov_19_2006.iso]BT2_Beta-Nov_19_2006.iso

Back|Track III

http://backtrack.indowebster.com/iso/BT3/bt3-final.iso]bt3-final.iso

Back|Track 4

http://backtrack.indowebster.com/iso/BT4/bt4-r1.iso]bt4-r1.iso
http://backtrack.indowebster.com/iso/BT4/bt4-r2.iso]bt4-r2.iso

Back|Track 5

http://backtrack.indowebster.com/iso/BT5/BT5-GNOME-32.iso]BT5-GNOME-32.iso
http://backtrack.indowebster.com/iso/BT5/BT5-GNOME-64.iso]BT5-GNOME-64.iso
http://backtrack.indowebster.com/iso/BT5/BT5-KDE-32.iso]BT5-KDE-32.iso
http://backtrack.indowebster.com/iso/BT5/BT5-KDE-64.iso]BT5-KDE-64.iso

Back|Track 5 R1

http://backtrack.indowebster.com/iso/BT5-R1/BT5R1-GNOME-32.iso]BT5R1-GNOME-32.iso
http://backtrack.indowebster.com/iso/BT5-R1/BT5R1-GNOME-64.iso]BT5R1-GNOME-64.iso
http://backtrack.indowebster.com/iso/BT5-R1/BT5R1-KDE-32.iso]BT5R1-KDE-32.iso
http://backtrack.indowebster.com/iso/BT5-R1/BT5R1-KDE-64.iso]BT5R1-KDE-64.iso

BackTrack 5 R2

http://backtrack.indowebster.com/iso/BT5-R2/
http://backtrack.idrepo.or.id/backtrack-releases/

 

Semoga bermanfaat
iKONs

Sumber:
http://farid.gxrg.org/archives/114.c
http://indonesianbacktrack.or.id/forum/thread-6080-post-58216.html#pid58216

Categories: Backtrack Tags: ,